Rabu, 08 April 2009

Metode Debat
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan [...]

DIarsipkan di bawah: Model Model | 3 Komentar »
Metode Role Playing
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan [...]

DIarsipkan di bawah: Model Model | 8 Komentar »
Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Metode pemecahan
masalah (problem solving)
adalah penggunaan
metode dalam kegiatan
pembelajaran dengan jalan
melatih siswa menghadapi
berbagai masalah baik itu
masalah pribadi atau
perorangan maupun
masalah kelompok untuk
dipecahkan sendiri atau
secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya
adalah investigasi dan
penemuan yang pada
dasarnya adalah
pemecahan masalah.
Adapun keunggulan
metode problem solving
sebagai berikut: 1. Melatih
siswa untuk mendesain
suatu penemuan. 2.
Berpikir dan bertindak
kreatif. 3. Memecahkan
masalah yang dihadapi
secara realistis 4.
Mengidentifikasi dan
melakukan penyelidikan. 5.
Menafsirkan dan
mengevaluasi hasil
pengamatan. 6.
Merangsang
perkembangan kemajuan
berfikir siswa untuk
menyelesaikan masalah
yang dihadapi dengan
tepat. 7. Dapat membuat
pendidikan sekolah lebih
relevan dengan kehidupan,
khususnya dunia

DIarsipkan di bawah: Model Model | 7 Komentar »
Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Pembelajaran Berdasarkan
Masalah Problem Based
Instruction (PBI)
memusatkan pada masalah
kehidupannya yang
bermakna bagi siswa,
peran guru menyajikan
masalah, mengajukan
pertanyaan dan
memfasilitasi penyelidikan
dan dialog. Langkah-
langkah: 1. Guru
menjelaskan tujuan
pembelajaran. Menjelaskan
logistik yang dibutuhkan.
Memotivasi siswa terlibat
dalam aktivitas pemecahan
masalah yang dipilih. 2.
Guru membantu siswa
mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan
dengan masalah tersebut
(menetapkan topik, tugas,
jadwal, dll.) 3. Guru
mendorong siswa untuk
mengumpulkan informasi
yang sesuai, melaksanakan
eksperimen untuk
mendapatkan penjelasan
dan pemecahan masalah,
pengumpulan data,
hipotesis, pemecahan
masalah. 4. Guru
membantu siswa dalam
merencanakan dan
menyiapkan karya yang
sesuai seperti laporan dan
membantu mereka

DIarsipkan di bawah: Model Model | 5 Komentar »
Cooperative Script
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Skrip kooperatif adalah
metode belajar dimana
siswa bekerja berpasangan
dan secara lisan
mengikhtisarkan bagian-
bagian dari materi yang
dipelajari. Langkah-
langkah: 1. Guru membagi
siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan
wacana / materi tiap siswa
untuk dibaca dan membuat
ringkasan. 3. Guru dan
siswa menetapkan siapa
yang pertama berperan
sebagai pembicara dan
siapa yang berperan
sebagai pendengar. 4.
Pembicara membacakan
ringkasannya selengkap
mungkin, dengan
memasukkan ide-ide pokok
dalam ringkasannya.
Sementara pendengar
menyimak / mengoreksi /
menunjukkan ide-ide pokok
yang kurang lengkap dan
membantu mengingat /
menghapal ide-ide pokok
dengan menghubungkan
materi sebelumnya atau
dengan materi lainnya. 5.
Bertukar peran, semula
sebagai pembicara ditukar
menjadi pendengar dan
sebaliknya, serta lakukan

DIarsipkan di bawah: Model Model | 10 Komentar »
Picture and Picture
Ditulis pada Nopember 16, 2007 oleh kiranawati

Picture and Picture adalah
suatu metode belajar yang
menggunakan gambar dan
dipasangkan / diurutkan
menjadi urutan logis.
Langkah-langkah: 1. Guru
menyampaikan kompetensi
yang ingin dicapai. 2.
Menyajikan materi sebagai
pengantar. 3. Guru
menunjukkan /
memperlihatkan gambar-
gambar yang berkaitan
dengan materi. 4. Guru
menunjuk / memanggil
siswa secara bergantian
memasang / mengurutkan
gambar-gambar menjadi
urutan yang logis. 5. Guru
menanyakan alas an /
dasar pemikiran urutan
gambar tersebut. 6. Dari
alasan / urutan gambar
tersebut guru memulai
menanamkan konsep /
materi sesuai dengan
kompetensi yang ingin
dicapai. 7. Kesimpulan /
rangkuman. Kebaikan: 1.
Guru lebih mengetahui
kemampuan masing-masing
siswa. 2. Melatih berpikir
logis dan

DIarsipkan di bawah: Model Model | 14 Komentar »
Numbered Heads Together
Ditulis pada Nopember 14, 2007 oleh kiranawati

Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.Langkah-langkah:

Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
Guru memanggil salah satu nomor [...]

DIarsipkan di bawah: Model Model | 3 Komentar »
Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Ditulis pada Nopember 13, 2007 oleh kiranawati

Metode investigasi
kelompok sering dipandang
sebagai metode yang
paling kompleks dan paling
sulit untuk dilaksanakan
dalam pembelajaran
kooperatif. Metode ini
melibatkan siswa sejak
perencanaan, baik dalam
menentukan topik maupun
cara untuk mempelajarinya
melalui investigasi. Metode
ini menuntut para siswa
untuk memiliki kemampuan
yang baik dalam
berkomunikasi maupun
dalam ketrampilan proses
kelompok (group process
skills). Para guru yang
menggunakan metode
investigasi kelompok
umumnya membagi kelas
menjadi beberapa
kelompok yang
beranggotakan 5 hingga 6
siswa dengan karakteristik
yang heterogen.
Pembagian kelompok dapat
juga didasarkan atas
kesenangan berteman atau
kesamaan minat terhadap
suatu topik tertentu. Para
siswa memilih topik yang
ingin dipelajari, mengikuti
investigasi mendalam
terhadap berbagai subtopik
yang telah dipilih, kemudian
menyiapkan dan
menyajikan suatu

DIarsipkan di bawah: Model Model | 7 Komentar »
Metode Jigsaw
Ditulis pada Nopember 13, 2007 oleh kiranawati

Pada dasarnya, dalam
model ini guru membagi
satuan informasi yang
besar menjadi komponen-
komponen lebih kecil.
Selanjutnya guru membagi
siswa ke dalam kelompok
belajar kooperatif yang
terdiri dari empat orang
siswa sehingga setiap
anggota
bertanggungjawab
terhadap penguasaan
setiap komponen/subtopik
yang ditugaskan guru
dengan sebaik-baiknya.
Siswa dari masing-masing
kelompok yang
bertanggungjawab
terhadap subtopik yang
sama membentuk kelompok
lagi yang terdiri dari yang
terdiri dari dua atau tiga
orang. Siswa-siswa ini
bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas
kooperatifnya dalam: a)
belajar dan menjadi ahli
dalam subtopik bagiannya;
b) merencanakan
bagaimana mengajarkan
subtopik bagiannya kepada
anggota kelompoknya
semula. Setelah itu siswa
tersebut kembali lagi ke
kelompok masing-masing
sebagai “ahli” dalam
subtopiknya dan
mengajarkan informasi
penting dalam subtopik
tersebut kepada temannya

DIarsipkan di bawah: Model Model | 12 Komentar »
Metode Team Games Tournament (TGT)
Ditulis pada Nopember 13, 2007 oleh kiranawati

Pembelajaran kooperatif
model TGT adalah salah
satu tipe atau model
pembelajaran kooperatif
yang mudah diterapkan,
melibatkan aktivitas seluruh
siswa tanpa harus ada
perbedaan status,
melibatkan peran siswa
sebagai tutor sebaya dan
mengandung unsur
permainan dan
reinforcement. Aktivitas
belajar dengan permainan
yang dirancang dalam
pembelajaran kooperatif
model TGT memungkinkan
siswa dapat belajar lebih
rileks disamping
menumbuhkan tanggung
jawab, kerjasama,
persaingan sehat dan
keterlibatan belajar. Ada5
komponen utama dalam
komponen utama dalam
TGT yaitu: 1. Penyajian
kelas Pada awal
pembelajaran guru
menyampaikan materi
dalam penyajian kelas,
biasanya dilakukan dengan
pengajaran langsung atau
dengan ceramah, diskusi
yang dipimpin guru. Pada
saat penyajian kelas ini
siswa harus benar-benar
memperhatikan dan
memahami materi yang
disampaikan guru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar